Read more: Agar Tulisan tidak bisa Dicopy - blogernas http://www.blogernas.co.cc/2010/03/agar-tulisan-anda-tidak-bisa-diculik.html#ixzz1BVHWlQlH CINTA DI UJUNG PENA

steeped word

Teruslah menulis,untai kata lebih bermakna

...

TERUSLAH MENULIS, RANGKAILAH KATA MENJADI BERMAKNA

Minggu, 27 Februari 2011

PATUT KITA RENUNGI DAN BELAJAR DARI KE DUA PASANGAN INI.













Kekurangan yang mereka miliki, ternyata mampu memberikan satu kesempurnaan dan saling melengkapi. Mengapa kita tidak mampu mencintai "Kekurangan Pasangan Hidup Kita?!"


Mereka mencintai kekurangan satu sama lain, BUKAN Hanya mencintai kelebihan satu dan yang lainnya.

Selasa, 15 Februari 2011

KAPAN PUNYA S.I.M?


Kapan Punya
S.I.M?

Satu kebanggan tersendiri bagi pengendara kendaraan bermotor, selain disiplin mengenakan pelengkap mengemudi, HELM, jaket pelindung dan STNK terlebih SIM, walaupun bentuknya kecil, namun dampaknya cukup berpengaruh dalam kenyamanan kita dalam berkendaraan, disamping ta’at aturan lalulintas dan rambu-rambu yang berlaku di jalan. Betapa gelisahnya, andai di dalam perjalanan terlihat operasi patuh jaya, seakan jantung berdetak kencang, mau rasanya menghindar dari razia. Tapi apa daya diujung jalan sudah ditutup sejumlah personel. Dan akhirnya pasrah….

Demikian juga dalam kita menjalin satu hubugan, apa yang diharapkan kedua pasangan? yakni pelabuhan akhir, menikah. Terasa sejuk bukan? andai kita dapat bersanding dengan orang yang benar-benar kita sanjung, sayang dan hargai. Tidakkah hati ini gelisah, dan resah menjalani hubungan tanpa satu kepastian serta arah dari hubungan yang bertahun-tahun kita jalani. Tidak risihkah, saat bermesraan di depan umum? Tanpa ada satu ikatan resmi?! Bukankah kita makhluk yang berakal? apakah sama makhluk yang tuhan berikan pikiran bertindak tidak bedanya dengan seokor kambing ketika bermesraan,tanpa mempertimbangkan kondisi dan lingkungan disekitar?Panorama seperti ini sudah sering kita temui, bagi orang tua jika mengetahui perilaku putra dan putrinya cukup hanya mengelus dada, dimana harga diri ini?!!Tidak sakitkah telinga, setiap kali ditanya, “Kapan nikahnya?” Ditambah omongan,”kok pacaran udah lama tapi nggak nikah-nikah. Memang mahal ya, bikin SIM?!” Nah loh, jawaban apa yang mesti dilontarkan?....

Ironis bukan, jumlah remaja yang sudah melakukan hubungan di luar nikah mencapai angka 55 % se-indonesia ( berdasarkan data BKKBN,2010). Mengapa tidak menikah saja?apa yang menjadi alasan?usia?biayakah?!Jika itu alasannya, lalu begitu mudahnya menyiapkan biaya aborsi?Atau juga rela terpaksa menikah dengan mas kawin ( mahar )se-adanya lantaran sudah hamil diluar nikah alias married by accident ( MBA ) dan dampak psikologis setelah menikah. Justru orang tua hanya bersikap pasrah. Dimana tanggung jawab anda sebagai pengemban amanah Tuhan?!Kita hanya sibuk mengurusi biaya kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan hidup mereka tanpa harus prihatin dengan jam pendidikan agama yang hanya mendapat jatah 2 jam setiap minggu, belum lagi dipotong jika gurunya tidah hadir. Para juru da’wah dan pemuka agama, menutup sebelah mata, seolah tidak tahu dengan hal ini. Belum lagi sistem birokrasi pernikahan di kantor urusan agama yang bertelik kepada jumlah biaya registrasi dan pelayanan yang lamban. Agama mengajarkan kita, tiga hal yang mesti dilangsungkan penyelenggaraannya yakni anak remaja yang meminta orangtuanya untuk segera menikahkannya, menyegerakan pelunasan hutang dan prosesi penguburan jenazah.

Di dalam agama, pernikahan merupakan ikatan teramat suci dan mengangkat derajat dua insan yang dimabuk cinta untuk dapat menjalani hidup bersama dengan restu agama, kerabat dan tidak menjadi fitnah ditengah-tengah masyarakat. Aqad nikah, dua kalimat sederhana namun membawa dampak yang luar biasa, yakni Ijab dan Qabul. Dua kalimat ini yang mengangkat manusia dari alam materi yang rendah kepada satu derajat langit yang tinggi. dengan dua kalimat ini pula berubahlah kotoran menjadi kesucian, aroma busuk mejadi wewangian syurga, maksiat menjadi ibadah, menggantikan fitnah menjadi do’a serta dosa yang kita sembunyikan selama menjalani hubungan gelap, sekarang berganti ibadah. Aqad nikah bukan semata hanya satu perjanjian sehidup-semati tetapi ini perjanjian antara kedua makhluk dengan Tuhan. Ketika dua tangan diulurkan, antara kedua mempelai berucap janji suci, maka tangan Tuhan beserta kedua tangan mereka, “Yadullahi fawqa aydihim” Begitu sakralnya aqad nikah.

Namun, Aqad nikah bisa menjadi sunnah, makruh dan haram, jika :
1. Sunnah, jika yang bersangkutan, siap dan mampu melakukan keinginan
biologis serta siap melaksanakan kewajiban berumahtangga.
2. Wajib, apabila yang bersangkutan mempunyai keinginan biologi yang kuat, untuk menghindarkan dari hal-hal yang diharamkan untuk berbuat maksiat, juga yang bersangkutan telah mampu dan siap menjalankan tanggung jawab dalam rumah tangga.
3. Makruh, apabila yang bersangkutan tidak memiliki kesanggupan menyalurkan biologi, walau ia sanggup melaksanakan tanggung jawab nafkah, dll. Atau sebaliknya dia mampu menyalurkan biologi, tetapi ia tidak mampu bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban dalam berumah tangga.
4. Haram menikah, apabila dia mempunyai penyakit kelamin yang akan menular kepada pasangannya juga keturunannya dan ada niatan lain dalam pernikahan tersebut, entah atas dasar merebut harta atau hak waris, dendam, hanya sekedar melampiaskan nafsu birahi tanpa ada keinginan menafkahinya.

Sebagai penutup, kita resapi ayat ini ;
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (Ar-Ruum : 21)

Semoga dengan note ini, dapat memberi kita satu pemhaman arti fitrahnya cinta, ikatan suci dan nilai-nilai agama yang begitu indah mengatur tatanan hidup kita. Semoga pula tulisan ini menjadi pemacu para pasangan yang ragu untuk melakukan penge-sah-an janji-janji gombal yang sering diucapkan ditelinga kekasihnya. Bagi yang belum memiliki pasangan hidup, bersabarlah dan tetap ikhtiar mencari dan terus mencari, karena tak ada sebuah pencarian yang tak berujung kepada satu penemuan yang berarti. Kelak terselip senyum dan air mata bahagia saat kita mengucapkan JANJI SUCI, IJAB DAN QABUL.

Tulisan ini saya buat semata-mata menjadi do’a untuk saya pribadi untuk tetap sabar dalam,”menanti jawaban do’a” serta menantang untuk remaja-remaja yang memang belum berani melangsungkan pernikahan.
MH AL BANA AL
12 Rabi’ul Awal 2011
Di hari yang suci aku memohon padaMu…
www.cintadiujungoena.blogspot.com
www.cintarasapare.blogspot.com




Senin, 07 Februari 2011


Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di rumah kami
Tak ada kursi mewah menyambut tamu
Hanya karpet dan lantai halus,
Bukan berlapis marmer dan pualam
Debunya yang sudah terbiasa menggelitik di hidung

Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di Rumah Kami
Dinding ruangnya begitu usang
Dengan coretan sketsa kehidupan
Dari tangan polos balita
Yang tumbuh tanpa kenal rasa susu

Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di Rumah Kami
Tengadahkan kepala, angkatlah kedua tanganmu
Hantarkan do’a, aku yakin Tuhan melihatmu
Kami sudah terbiasa berdo’a
Tanpa terhalang langit-langit yang tiangnya sudah rapuh

Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di Rumah Kami
Tak pernah kami tahu, mana ruang keluarga dan kamar tidur
Sebab tak perlu ada aturan ketika kami kantuk bebas menyandarkan
Tubuh yang lunglai tak perlu mempermasalahkan ruang.
Rasanya sudah tak kuasa pikiran ini, berkhayal.

Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di Rumah Kami
Maaf, kalau telinga anda terusik jeritan tangis
Dan kriuk perut bocah yang terbiasa
Menjalankan sunah nabi kami, Daud AS
Saat sudah hilang letihnya menangis, ia kan tertidur pulas.


Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di Rumah Kami
Tikus dan kecoa seakan sudah menjadi teman pengantar tidur, bukan dongeng.
Tak perlu alarm, cukup sengatan nyamuk membangunkan kami disepertiga malam
Air bekas wudhu, dibias untuk membersihkan badan dan istinja.
Syukurlah, kami masih punya rasa malu padaMu Ya Rabb…

Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di Rumah Kami
Senjata kami hanyalah airmata dan do’a
Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di Rumah Kami
Hanya cerita penderitaan nabi dan keluarganya yang membuat kami tegar
Singgahlah Sejenak dan Masuklah, Di Rumah Kami
Tak perlu menghujat langit
Dan menyesal berpijak di bumi.
Atau Bunda yang salah, mengapa melahirkan kami?

www.cintadiujungpena.blogspot.com
Hasan Al Bana Al
08 Februari 2011

Jumat, 04 Februari 2011

ANDAI INI MALAM-MALAM TERAKHIRKU


ANDAI INI MALAM-MALAM TERAKHIRKU
( RENUNGAN )


“Sering telinga ini mendengar suara erangan ambulance
Tak bosan mata ini melihat aksara terukir di papan nisan
Sudah teramat sering mata ini layu,menahan kesedihan perpisahan
Dari orang yang kita sayang...Esok pasti telungkup raga ini, tersudut
Dalam celah liang lahat, titel abadi akan tersemat di depan nama ini, almarhum.....


Andai ini Malam-Malam terakhirku
Mau rasanya mencium telapak kaki ibuku, akan kutelusuri disetiap garisnya, simbol peta petunjuk letak syurga itu, yang tidak aku temukan sekalipun di google maping, membelai guratan kulit pipinya yang sudah terlihat rapuh, rona wajahnya seakan menyembunyikan kegetiran, letihnya membesarkan anak yang sampai detik terakhirnya tak mampu mengukir senyum di bibirnya yang selau basah dengan do’a untuk anak-anaknya. Maafkan aku bunda, iringi kepergianku dengan ketulusan hati, hapus kesedihanmu...sekali lagi, maafkan anakmu yang tak mampu membayar lunas air susumu, walau tak kau pinta balasan itu se-sen pun dariku. Hantarkan jenazah ini dengan seribu bahasa kasih seorang ibu. Salam atasmu Bundaku sayang....

Andai ini Malam-Malam Terakhirku....
Ayah,...
Darimu aku belajar mengepalkan tangan, “melawan matahari.”Darimu aku belajar memaknai hidup, kau basuh airmata ini saat tak sanggup melawan getirnya hidup, tak bisa aku ikuti langkahmu yang begitu kuat melangkah mengawal rumah tangga, menyatukan kepala yang masing-masing berbeda pikiran. Aku masih ingat saat kita menahan tak makan segenggam nasi sekalipun, karena tak ada yang ada lagi yang bisa kita makan. Kau bisikan di telingaku,”Beginilah hidup anakku, bukan karena Tuhan tak melihat dan mendengar apa yang kita rasakan, tetapi karena Ia sayang dengan kita, Kelak kita bertemu di akheratNya atas ketabahan dan kesabaran hidup yang kita alami. Jangan mengeluh, dan jangan kau gadaikan imanmu.” Dari sinilah aku belajar kuat hadapi hidup. Tapi maaf ayah, aku tak mampu menjadi sepertimu. Tak kuasa menahan perpisahan ini, aku tunggu janjimu. Ku nanti Ayah di pintu syurga......

Andai Ini Malam-Malam Terakhirku.....
Dingin menusuk disekujur tubuhku, berlahan menjalar tepat di ubun-ubun kepala. Mata tak lagi mampu melihat jauh, redup dan hilang pandangannya. Telingaku hanya mendengar isak tangis yang tertahan, aku kenal suara itu. Suara seorang wanita tua yang setiap hari menyapaku dengan kasih dan sayang, suara yang sering mengumandangkan memuji keagungan Tuhan. Lepaskanlah dengan ikhlas kepergian ini....

Tangan kekar membasuh kepalaku, disetiap ruas jarinya mampu aku rasakan tangan itu yang memberi kami segenggam beras yang terkuras dari saripati keringat dan peluhnya. Tangan itu menghapus air mata dan keringat yang mengucur disekujur tubuhku. Aku rasakan, itu ayah....

Dahaga menusuk di rongga tenggorokan, sekujur tubuhku menggigil seluruh badan ini terasa dinginnya...

Sosok kelam menawarkanku seteguk air,bermerk ”air syurga” yang mesti aku bayar dengan imanku. Ia hembuskan ditelinga ini, bisikan-bisikan,”aku ini utusan Tuhanmu” ingin menjemput ruhmu yang suci, berikan imanmu, ikutilah aku.” Suara itu dibungkam berlahan berganti suara puji-pujian dan iringan suara penuntun nada suci penghantar tidur panjangku. “Aku ingat!Saat ayah berikan nasehat, “jangan kau gadaikan imanmu.”

Bibir ini terasa kering, seisi ruang membisu tak ada lagi suara-suara yang menemani. Mengantarkan pembaringanku. Seluruh tulang terasa remuk, syaraf-syaraf terkunci, lisan ini tak bisa aku angkat bicara. Tercabik urat, malaikat berganti mengambil peranannya selaku makhluk ta’at akan perintah TuhanNya.

“Tuhan, kini izinkan aku menujuh MIHRABMU...Tak perlu berbicara soal ikhlas dan tidaknya aku tinggalkan orang-orang yang aku sayang. Karena aku sadar, diri ini hanyalah pelaku dari skenario hidup yang akupun tak mampu melawannya, tak kuasa aku bersembunyi, berlari menghindari apa yang tertulis dalam setiap schene perbabak didalam NASKAH KEHIDUPAN.”


Tulisan ini Testimoni
“Kepergian adikku, yang ia sudah tak sanggup melawan LEUKIMIA selama satu tahun ia alami.”SELAMAT JALAN ADINDA TERSAYANG.””

Selasa, 25 Januari 2011

SIAPA BILANG, CINTA TAK HARUS MEMILIKI?!


BAGAIMANA BISA CINTA,
JIKA TIDAK MEMILIKI?!

“Cinta Tak Harus Memiliki”
Sering kita membaca atau secara tidak sadar mengucap istilah, Cinta Tak Harus Memiliki. Atau jangan-jangan diantara kalian pernah mengalaminya..hiks…hiks…hiks..Kasihan yaaa?! Coba jujur deh, ada beberapa alasan mengapa istilah ini, seakan menjadi selipan dalam kata mutiara atau sebagai kalimat sakti yang seolah menggambarkan kepedihan dari cinta yang tak tercapai, gayuusss tak bersambut ( maksudnya, “gayung tak bersambut.”), hingga akhirnya menyisahkan cinta yang tak terjawab dan terpendam, seakan hati berucap,”bagiku sudah cukup, walau hanya sebatas memuja bayanganmu.”


“Cinta Tak Harus Memiliki,”
Satu ungkapan yang masih dipertanyakan tedensi dan bobot kemampuan diri kita pribadi hingga timbul satu pertanyaan,”mangapa hal ini bisa terjadi?!” Berarti ada titik kelemahan dan ketidakberdayaan kita untuk memiliki orang yang menjadi sasaran tembak dari objek cinta tersebut. Otomatis subjek si pencinta itu jelas-jelas ada sisi kekurangan yang harus menjadi syarat pencapaian cinta itu sendiri, boleh jadi karena :
a.Orang yang menjadi target mengetahui sisi lain siapa diri kita.

b.Adanya kriteria yang tidak disukai dari orang yang kita cintai.

c.Pengaruh psikologis dari diri pribadi masing-masing, biasanya trouma dengan masa lalu, hingga kita hanya bayang-bayang masa lalu yang akan terjadi lagi dikemudian hari.

d.Ada pihak ke dua yang hadir dalam kehidupan objek yang menjadi target untuk kita memberikan isyarat, “diem-diem aku suka kamu.” Dengan kata lain, diri ini berharap, dia putus dengan pasangannya.

e.Dia tidak mengetahui, jika kita tidak mengungkapkan semua tentang perasaan ini.

f.Miss comuniaction, salah paham tentang keadaan sesungguhnya. Dia mengharapakan kamu yang memulai, di sisi lain kamupun berharap ia yang seharusnya memberikan sinyal kalau diapun merasakan hal sama. Begitupun sebaliknya.

g.Faktor eksternal, misalnya orang tua yang tidak mengizinkan. Atau sama-sama sudah memiliki pasangan, namun terhalang dengan hal tersebut. Hingga masing-masing sadar kalau,”kita sudah memiliki orang yang dicintai.” Hanya waktu saja yang berselisih peluang. “Terlanjur memiliki.”

h. Dan faktor lainnya.

Apa Mungkin Mencintai ?

Walau kendala dalam perumusan arti cinta yang tidak memiliki acuan khusus untuk mendefiniskan tentang,”apa itu cinta?” Tetapi logikanya, bagaimana bisa mencinta tanpa harus memiliki, sama halnya kita menjamah bayangan diri disaat mentari di siang hari, puaskah kita dengan hal itu?!” Kalau jawaban anda puas, rasanya perlu cek sikologi diri. Kejiwaan anda berarti sedikit terganggu. Karena dan biasanya :

a.Mereka lebih senang memperhatikan setiap tinggah laku orang yang ia kagumi, dengan melihat foto, sekedar absen muka dan sedikit mencari tahu keadaan serta informasi orang tersebut rasanya cukup mewakili persaannya, terkadang tersenyum sendiri dari kejauhan saat memperhatikan orang yang kita kagumi walau sebatas batang hdungnya. Yang penting hati ini senang jika dia dalam keadaan baik. Atau juga terusik kalau mendengar ada orang lain yang lagi mendekatinya.

b.Kepura-puraan, biasanya pengagum atau pelaku cinta tak harus memiliki itu sering berpura-pura care dan menutupi perasaanya. Bibir seakan dibungkam dan hati rasanya ingin teriak sekuat-kuatnya,”Tuhaaaaaan, aku sayang dia, aku mau dia jadi milikku. Tapi apa mungkin?”

c.Akal tak lagi menjadi teman berdiskusi namun lebih cendrung bermain dengan perasaan dan imajinasi, semua serba,”seolah-olah.” atau boleh disebut,”khayalan tingkat tinggi.”

d.Melewati atau mengabaikan batas kewajaran, dalam hal ini si pelaku sering bertinggah aneh, kesal sendiri, tanpa sadar berucap atau mengerjakan sesuatu yang intinya all about my lovely. Semisal, merangkai nama atau fotonya di samping nama dan foto sendiri. Nah, kalau prilaku seperti ini sudah memasuki stadium tiga dalam pemuja rahasia (secret admirer ).

Jika hal ini terjadi, apakah boleh dikatakan cinta?! Jawabnya tidak. Karena kesempurnaan cinta itu, jika;


a.Sudah jelas wujud yang dicintai.

b.Kenyamanan antara yang dicinta dan pecinta itu sendiri. Jika salah satunya merasa tidak nyaman, maka dikatakan cintanya dipaksakan atau ada yang dikorbankan perasaannya.
c.Indahnya cinta, bukan hanya saling bertatap mata sudah dikatagorikan cinta. Justru dengan kontak fisik dalam artian adanya hubungan emosional berbeda dengan cinta hanya satu arah, jelas-jelas terjadinya cacat komunikasi dua arah antara jasmani dan rohani.

d.Dengan sempurnannya komunikasi dua arah, masing-masing akan memahami setiap kelemahan atau kekurangan yang nantinya bisa saling melengkapi satu sama lain.

e.Penyempurnaan nilai spiritual, karena pada dasarnya cinta itu menyatukan dua perbedaan dan bukan menyatukan persamaan, maka dengan demikian nampak satu keadilan Tuhan dalam tatanan kesempurnaan cinta itu sendiri. Perbedaan yang bisa menyatu atas nama cinta dari Maha Pecinta dan berkaitan dengan sifat ketuhanan itu sendiri yang Maha Sempurna. Dengan catatan adanya satu ikatan suci.

f. Maka dengan saling memiliki itulah sama halnya menegakan hukum Tuhan yang berlaku di dunia dan menjadi satu tahapan kematangan spiritual untuk memaknai hakikat cinta itu sendiri.

Mudah-mudahan dengan artikel singkat ini, mengajak kita dalam tamasya cinta yang sempurna dan memberanikan diri kita untuk mengungkapkan isi hati yang bila ditanam terlalu dalam dan lama akan membawa dampak buruk bagi akal untuk berfikir rasional dan tak memandang bahwa cinta tak harus memiliki. Sesungguhnya dengan sama-sama saling memiliki berarti kita mampu mempertahankan peradaban manusia. Saatnya CINTA tidak membutakan akal sehat kita.

“Pengalaman yang mendewasakan kita
Cobalah tersenyum dengan apa yang datang dalam hidup ini.
Cobaan dan Derita hakikatnya anugrah yang mesti kita syukuri, walau masih proses pembelajaran.”
26 Januari 2011
Hasan Albana A L

Minggu, 23 Januari 2011

KETIKA HATI DILANDA CEMBUR


KETIKA HATI DILANDA CEMBURU

….Indahnya masa lalu
Tergores amarahku
Cemburu menguras hati
Galau kini menyiksa diri….
(Vidi Aldiano, Cemburu Menguras Hati )


Begitulah rasanya cemburu,…
Hati tersiksa dengan kegalauan yang mengusik ketenangan dalam diri. Cemburu amatlah wajar disaat kita mencintai seseorang. Rasa ini ada, Karena teramat memilikinya dan takut untuk kehilangan orang yang kita sayang. Setiap mata lawan jenis yang menatap tajam dan berdecak kagum dengan dia, kekasih hati. Merupakan satu acaman yang seakan meneror dan membuat kita untuk siaga menjaganya. “tak ada seseorangpun yang boleh menyentuh dan hadir di dalam hatinya.” Mulailah perasaan selalu di hantui disetiap langkah kemana pun ia pergi, seakan berjuta mata kita terpasang mengikuti setiap celah dan aktifitasnya. Sejak ia terbangun dari tidur sampai kelak dipenghujung malam, seakan kamera CCTV terpasang di setiap ruang.

Cemburu membuat kita menjaga kelekatan dan ketrikatan emosional dengan seseorang ataupun wujud materi lainnya yang seolah-olah memiliki pesan yang tersimpan, “hadirnya dia teramatlah penting bagi kita.” Cemburu yang tidak sehat sama halnya dengan kita menyimpan sekam dalam tungku yang tertutup atau sederhannya, beda tipis dengan berprasangka buruk. Kepribadian tertentu yang memiliki seseorang menjadi pecemburu, ini disebabkan kepribadian egositik dan cendrung mementingkan diri sendiri, ambisius serta berpandangan sempit. Orang yang memiliki karakter cinta passionate love memiliki kecemburuan yang tinggi. Tipe seperti ini sangat mudah cemburu yang meledak-ledak sehingga sangat mempengaruhi pikiran dan prasangka buruk dan prilakunya cendrung negative.

“ Jangan sampai berprasangka buruk mengalahkanmu, karena dia tidak meninggalkan kebaikan antara kamu dengan temanmu (pelaku interaksi sosial).” Pesan Ali bin Abi Tholib dalam Tuhaf al-‘Uqul untuk anaknya Imam Hasan.

Berparasangka buruk adalah satu rekontruksi rasa memiliki yang saling berkaitan dengan rasa cemburu dari sikap curiga atau tidak percaya dengan pasangan kita dan hubungan cinta.

Begitu kita terlibat dalam suatu hubungan cinta, kita akan mengeksklusifkan hubungan itu hanya antara si dia dan diri kita. Akibatnya bila ada pihak lain yang dirasakan akan mengganggu hubungan maka muncullah keterbangkitan emosi yang disebut cemburu. Semakin serius dan eksklusif hubungan itu, maka kecemburuan juga cenderung meningkat (Dugosh, 2000)

Wajarkah Cemburu Itu Ada ?

Satu hal yang menjadi tolak ukur kewajaran dan ketidak wajarannya, yakni kita kembalikan lagi kepada orang yang kita sayang dan batasan rasa cemburu tersebut, terusikah kenyamanan dia andai setiap saat telinganya harus mendengara kalimat yang selalu terluang,”kamu dimana?sama siapa?ada siapa aja?jangan nakal yach?.” Bukan satu, dua atau tiga kali ucapan ini selalu terulang, tidak jengahkah diri ini dan orang yang kita sayang, dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama? Belum lagi jika ditelinga ini mendengar ada suara lawan jenis yang menjadi back sound saat kita memonitor dia. Langsung memburu pertanyaan yang lebih specific layaknya seorang intelliegent mengintrogasi tersangka, “itu suara siapa yank?!Kamu dimana sich?!!Kok ada suara cewe/cowo?!Inget yaaah, jangan macem-macem!!.”

Hingga akhirnya perasaan dan keegoisan berbicara, bukan lagi akal sehat yang menjadi kawan berdiskusi. Alasan yang diberikannya tak dapat membuka kesadaran, bahwa dia tidak begitu. Cemburu yang berlebihan bukanlah satu simbol bertanda sayang, melainkan awal indikasi bahwa kita tidak percaya dengan si dia. Efek yang timbul dari munculnya rasa tidak percaya menjadi gerbang pertama ketidak harmonisan dalam menjalani satu ikatan kasih-sayang. Bukankah cinta yang memberikan kesejukan di hati dan mengukir senyum di bibir kita? Apabila cemburu sudah mendominasi, bersiaplah hidup dan hubungan yang kita jalani, menjadi satu neraka dalam diri ini. Setiap detik pikiran akan dihantui kegelisahan yang kita ciptakan sendiri dan membawa dampak psikologis kepada orang yang disekililng, terutama orang yang memang kita sayangi.

Tidakkah kita kasihan dengan hati, perasaan dan pikiran yang seharusnya terlepas dari rasa sedih, gunda dan gulana?! Sadarkah kita dampak yang ditimbulkan dari kegelisahan hati berakibat kepada kesehatan dalam diri dan turunnya stamina serta produktifitas kita, selaku manusia yang berakal.

Lepaskan pikiran dan prasangka buruk dengan pasangan kita, berikan kenyamanan untuk diri pribadi dan dia pemilik celah di hati. Berbaik sangkalah dengannya, ini akan membawa dampak baik pula untuk hati dan keceriaan kita, tanamkan positive thinking dalam menjalani hubungan, tetapi jangan buta dari akal sehat ini. Temukan bukti dan fakta, lalu biarlah akal dan hati yang menimbang semua.


Pagi ini tak ada kicau burung, 24 Januari 2011
Hasan Al bana
www.cintarasapare.blogspot.com
www.cintadiujungpena.blogspot.com

Jumat, 31 Desember 2010

MEMAKNAI TAHUN BARU MASEHI


MEMAKNAI TAHUN BARU MASEHI ( HARAP DI BACA)

Sadar atau tidak sadar, senang atau tidak senang, suka atapun tidak suka. Di depan mata, selembar kalender terakhir akan tersobek, digital time and date display di ponsel kita berganti digit. Satu tanda berakhirnya tahun yang usang kita lalui, bergantilah satu naskah baru cerita yang menjadi harapan berjuta kepala di belahan dunia manapun.
Ritual meniup terompet, membakar petasan, menabuh drum, bunyi lonceng di kastil dan gereja. Bahkan sampai aktifitas sakral lainnya seakan menjadi upeti satu persembahan untuk pergantian tahun. Menghanyutkan kita dalam euphoria yang begitu sempit memaknainya.

Ada yang kurang, jika melalui pergantian tahun, tanpa adanya terompet, dan letupan petasan yang memecah bahana,. Kurang lengkap rasanya, melalui bergantian tahun tanpa adanya seloki wine dan arak-arakan keliling kota, entah konvoi atau pun cukup berdua dengan pujaan hati. Semua berkolaborasi dalam pekat gempita pergantian tahun kalender gregorian yang kita tak tahu, apa maksudnya?! Atau berpura-pura tidak tahu, atau juga memang tidak mau tahu, yang penting have fun. Tiap stasiun televisi pun sudah jauh-jauh hari wanti-wanti mengingatkan segabrek program closing ceremony dipenghujung tahun, mulai dari concert akbar, gempita dan semarak akhir tahun yang dihadiri artis mancanegara maupun artis lokal yang menawarkan hiburan semalam suntuk, tak lupa kembang api seharga mulai dari sepuluh ribu rupiah sampai puluhan juta, yang memang secara khusus dipesan dari negeri asal Jacky Chan ntu.

Bukan KOLOT , anti modernisasi, atau juga sok suci.

Tradisi perayaan tahun baru, bukan hanya satu malam sebagai simbol kebersamaan saja, melainkan menjadi satu keterkaitan ritual keagamaan dan malam penyembahan para dewa. Brazil misalnya, ada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja. Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara asal bayi ajaib Ronaldo.

Di Romawi, Ritual pergantian tahun diselenggarakannya upacara saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang). ( Nah loh! yang merayakan tahun baru berarti bermuka dua doong?!...mudah-mudahan kamu bukan yang dimaksud).

Sedangkan di Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Years Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh. ( Beruntunglah kita punya gudang BULOG, tetap aja harga beras melambung).

Bagi kaum Nasrani, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.


Sementara kalender sekarang yang banyak dicari di akhir tahun adalah Kalender Gregorian atau kalender Masehi. Kalender ini yang dinobatkan sebagai standard penghitungan hari internasional. Pada mulanya kalender ini dipakai untuk menentukan jadwal kebaktian gereja-gereja Katolik dan Protestan. Termasuk untuk menentukan perayaan Paskah di seluruh dunia.

Begitu apik bukan pengemasannya?!
Dengan penyebaran informasi dan media publikasi dunia yang mereka kuasai, menyusupkan trend pergantian tahun yang seolah-olah menjadi hari besar dunia, nggak gaul kalau merayakan tahun baru tanpa detub dan detuk suara musik remix dan kepawaian DJ mengolah musik. Katro(k), Ndeso melalui pergantian tahun tanpa Civac Regal dan tequila, resep ampuh para bartender. Tidak cinta dengan kekasih, kalau melewati bergantian tahun tanpa ada cek in di room hotel , berpesta peluh oleh dan keringat nafsu.

Semua saya kembalikan kepada anda…
Maukah anda menjadi bagian orang yang dianggap ANTI MODERNISASI, relakah anda bergabung dengan kami yang dianggap NDESO, KATRO(K), KAMPUNGAN. Dan dengan sadar memahami BUDAYA PERGANTIAN TAHUN yang penuh heroic dan hedonisme. Karena kami sadar, hanya anak kampung yang tidak mengenal budaya itu.

SELAMAT MENJADI BAGIAN DARI MEREKA……

MH AL BANA AL
Jum'at akhir 2011

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More